Penetapan Kadar Cemaran Logam Kadmium (Cd) dalam Jamu Pegal Linu Sediaan Serbuk Secara ICP-OES

Authors

  • Najla Putri Adelaida Poltekkes Kemenkes Jakarta II
  • Ruth Elenora Kristanty Poltekkes Kemenkes Jakarta II
  • Ai Emalia Sukmawati Poltekkes Kemenkes Jakarta II
  • Siti Nur Aliza Fauziah Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61740/jcp2s.v3i2.51

Keywords:

Cadmium, herbal medicine for stiffness, ICP-OES, wet digestion

Abstract

One aspect of safety that needs attention in traditional medicine is the presence of heavy metal contamination. Heavy metal contamination, specifically cadmium (Cd), can occur in herbal products. The presence of cadmium in herbal medicines is highly dangerous to humans due to its toxic nature, which can cause health problems such as bone fragility and breathlessness. Testing is limited to checking the labeling of the herbal medicine logo and determining the level of cadmium contamination in powdered formulations of herbal medicines using Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). The testing aims to determine whether the samples of powdered herbal medicine for joint pain meet the labeling requirements according to the Decree of the Head of the Indonesian Food and Drug Administration No. HK.00.05.4.2411 of 2004 and comply with the cadmium contamination level requirements according to the Regulation of the Indonesian National Agency of Drug and Food Control No. 29 of 2023. The herbal medicine logo on the samples meets the requirements. The cadmium content in the powdered herbal medicine samples is 0.184 mg/kg, which is below the requirement of 0.3 mg/kg. Therefore, it can be concluded that the samples Meet the Requirements (MS).

References

Agustina, T. (2014). Kontaminasi logam berat pada makanan dan dampaknya pada kesehatan. 1(1), 53–65.

Asmorowati, D. S., Sumarti, S. S., & Kristanti, I. I. (2020). Perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering untuk analisis timbal dalam tanah di sekitar laboratorium kimia FMIPA UNNES. Indonesian Journal of Chemical Science, 9(3).

BPOM RI. (2023). Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang kriteria dan tata laksana registrasi obat bahan alam, 1–105.

Endah, S. R. N., & Nofriyaldi, A. (2019). Validasi metode analisis cemaran logam berat: Timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dengan variasi oksidator secara spektrofotometri serapan atom dalam sediaan obat herbal. Journal of Pharmacopolium, 2(3), 137–142.

Faqihuddin, & Ubaydillah, M. I. (2021). Perbandingan metode destruksi kering dan destruksi basah instrumen spektrofotometri serapan atom (SSA) untuk analisis logam. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Ke-III, 86, 121–127.

Handayani, D. (2020). Verifikasi metode penentuan kadar logam arsen (As) dan kadmium (Cd) total pada sumber IPAL titik inlet dan outlet PT. Karsa Buana Lestari secara inductively coupled plasma-optical emission spectroscopy (ICP-OES). Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Hardiantika, W. (2022). Pengaruh variasi suhu dan waktu pemanasan terhadap struktural kristal, komposisi kimia, morfologi dan kadar logam pada sintesis nanopartikel ZnO menggunakan metode hidrotermal. Universitas Lampung.

Hidayana, Y. (2019). Kategori obat tradisional. 4, 16.

Irianti, T. T., Kuswandi, Nuranto, S., & Budiyatni, A. (2017). Logam berat dan kesehatan.

Istighfara, S. Z. (2022). Penentuan kandungan besi pada sedimen laut menggunakan microwave digestion secara spektrofotometri serapan atom (SSA). Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2010). Riset kesehatan dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Mustofa, M. H. (2017). Penentuan kadar logam kadmium (Cd) dalam jamu pegal linu menggunakan variasi zat pengoksidasi secara spektroskopi serapan atom (SSA). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Muyassaroh, I. (2022). Analisis kadar logam berat kadmium (Cd) pada sedian herbal kapsul dan minyak kelor secara spektroskopi serapan atom (SSA). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Nasir, M. (2019). Spektrometri serapan atom. Syiah Kuala University.

Pangesti, D. Y., Sumiyani, R., & Kuswandi, B. (2019). Pengembangan strip tes untuk deteksi Pb dalam jamu pegal linu berbasis ditizon secara scanometri. Universitas Surabaya, Ii, 1–14.

Prihatin, A. W. (2016). Validasi metode analisis logam Mn dalam sedimen sungai Kaligarang dengan ICP-OES dan GFAAS. Universitas Negeri Semarang.

Rodiana, Y., Maulana, H., Masitoh, S., & Nurhasni. (2013). Pengkajian metode untuk analisis total logam berat dalam sedimen menggunakan microwave digestion. 7, 71–80.

Published

2024-10-14

How to Cite

Najla Putri Adelaida, Ruth Elenora Kristanty, Ai Emalia Sukmawati, & Siti Nur Aliza Fauziah. (2024). Penetapan Kadar Cemaran Logam Kadmium (Cd) dalam Jamu Pegal Linu Sediaan Serbuk Secara ICP-OES. Journal Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science, 3(2), 18–26. https://doi.org/10.61740/jcp2s.v3i2.51